BOJONEGORO, K2RNews.com – Pemerintah Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan CANGKIR (Cangkrukan dan Diskusi Rembug Desa) pada Jumat (3/7/2026) di Pendopo Balai Desa Trucuk. Kegiatan ini menjadi wadah musyawarah bersama seluruh elemen masyarakat dalam membahas berbagai agenda strategis pembangunan desa.
Acara dihadiri oleh Camat Trucuk, Kasi Pemerintahan Kecamatan Trucuk, Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kecamatan Trucuk, Kepala Desa Trucuk Sunoko, S.Sos., S.H., N.LP., beserta seluruh perangkat desa, lembaga desa, Ketua RT/RW se-Desa Trucuk, tokoh agama, tokoh masyarakat, petani, tukang traktor, tukang bangunan, tukang AC, tukang las, tenaga pendidik, hingga tenaga kesehatan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Trucuk, Sunoko, S.Sos., S.H., N.LP., menegaskan bahwa forum CANGKIR merupakan ruang komunikasi yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi serta merumuskan kebijakan desa secara bersama-sama.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam forum tersebut adalah makna duduk lesehan yang diterapkan selama rapat berlangsung. Konsep tersebut mencerminkan semangat kebersamaan, kesetaraan, dan musyawarah, di mana seluruh peserta duduk sejajar tanpa membedakan jabatan maupun status sosial.
“Makna utama duduk lesehan dalam rapat adalah membangun suasana yang egaliter. Duduk sama rendah, tidak ada yang direndahkan dan tidak ada yang merasa paling tinggi. Nilai ini mencerminkan kebersamaan, kesederhanaan, serta semangat musyawarah untuk mencapai mufakat, sejalan dengan budaya gotong royong masyarakat Desa Trucuk,” demikian pesan yang disampaikan dalam forum tersebut.
Adapun beberapa agenda penting yang dibahas dalam kegiatan CANGKIR meliputi perencanaan pembangunan desa, penetapan Peraturan Kepala Desa (Perkades) tentang standar harga bahan bangunan serta upah pekerja di lingkungan Pemerintah Desa Trucuk, hingga persiapan pelaksanaan kegiatan keagamaan dan tradisi tahunan desa.
Pemerintah Desa bersama seluruh peserta juga mematangkan persiapan Pengajian Tahun Baru Islam yang dijadwalkan pada 9 Juli 2026, serta Sedekah Bumi dan Haul Mbah Buyut Trucuk yang akan digelar pada 10 Juli 2026.
Melalui forum CANGKIR ini, Pemerintah Desa Trucuk berharap setiap kebijakan yang diambil benar-benar lahir dari hasil musyawarah bersama sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun desa.
(Red)






