Pemkab Tulungagung Kawal Ketat Bantuan Traktor, Gapoktan Diminta Tertib Kelola

  • Whatsapp
Img 20260212 Wa0118

Tulungagung, K2RNews.com – Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Kamis (12/2/2026). Bantuan tersebut merupakan dukungan dari Kementerian Pertanian RI untuk mempercepat mekanisasi sektor pertanian.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, S.M., di Balai Desa Sanggrahan dan disaksikan unsur Forkopimcam, Kepala Desa, serta para petani setempat. Momentum ini menjadi bagian dari upaya peningkatan produktivitas pertanian daerah.

Bacaan Lainnya

Wabup Ahmad Baharudin menyampaikan bahwa bantuan alsintan diperoleh setelah melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Pertanian serta pemenuhan persyaratan administrasi dalam waktu terbatas. Ia menekankan bahwa kesiapan administrasi menjadi kunci dalam memperoleh dukungan pemerintah pusat.

Menurutnya, penggunaan traktor roda empat diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan lahan, menekan biaya operasional, serta meningkatkan efisiensi kerja petani. Mekanisasi dinilai penting dalam menghadapi tantangan produksi pangan ke depan.

Program ini, lanjutnya, selaras dengan kebijakan nasional dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung peningkatan hasil pertanian melalui modernisasi sarana produksi.

Namun demikian, Wabup menegaskan bahwa alsintan tersebut merupakan aset negara yang tidak boleh dipindahtangankan maupun diperjualbelikan. Jika dimanfaatkan untuk disewakan, hasilnya wajib masuk kas kelompok guna mendukung perawatan dan keberlanjutan operasional.

Pemkab juga memastikan bahwa pola penyaluran bantuan tahun 2026 berbasis kelompok tani yang memiliki legalitas jelas dan terdaftar resmi di Dinas Pertanian. Penyaluran akan disesuaikan dengan kebutuhan dan luasan lahan agar tepat sasaran.

Ketua Gapoktan Sanggrahan, Heru Sujaka, menyatakan pihaknya siap mengelola bantuan secara transparan dan bertanggung jawab. Ia berharap alsintan tersebut dapat menjadi pendorong peningkatan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di wilayahnya.

(Suwarno/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *