Tuban, K2RNews.com – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban Umi Kulsum mengikuti giat Gerak Penghulu Sejuta Pengantin Siap Cegah Stunting secara daring di KUA Revitalisasi Kecamatan Tuban, Rabu (11/9/2024) didampingi Kepala KUA, Penghulu, Penyuluh Agama Islam setempat dan Pranata Humas Laidia Maryati.
“Alhamdulillah giat ini tidak hanya dilaksanakan di KUA Kecamatan Tuban tapi di seluruh Kabupaten Tuban bahkan seluruh Indonesia,” terangnya. “Kebetulan Kasi Bimas Islam juga mengikuti sekaligus mengisi materi bimbingan perkawinan bagi calon pengantin di Kecamatan Soko,” imbuh Umi.
Keynote Speech Gerak Penghulu Sejuta Pengantin Siap Cegah Stunting ini disampaikan Plh. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Tahap Agus Rayanto, sanbutan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin dan sambutan Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Nopian Andusti. Sedangkan laporan kegiatan disampaikan oleh Ketua Umum APRI, Madari.
Kemudian untuk narasumber Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN dr. Edi Setiawan, Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Madya BKKBN dr. Mila Yunita dan Pranata Komputer Ahli Madya BKKBN Baihaqi Nur.
Sebelumnya Kepala Kemenag Tuban juga mengisi materi bimbingan perkawinan bagi calon pengantin sebanyak puluhan pasang di KUA Revitalisasi Kecamatan Tuban. Ia menyampaikan 5 pilar perkawinan kepada semua calon pengantin. Setelahnya juga di bagikan kartu cinta yakni sebuah kartu pengganti akta nikah digital didampingi Kepala KUA setempat.
Kepala KUA Revitalisasi Kecamatan Tuban Imam Bukori menjelaskan beberapa program diantaranya BRUS (Bimbingan Perkawinan Remaja Usia Sekolah) Mandiri, SALIMA (Sapa Lintas Agama, melakukan Pembinaan Ekonomi Umat dengan memberikan pelatihan dan pendampingan halal pada masyarakat yang bersinergi dengan IPARI.
“Selanjutnya ada pemeriksaan catin MOU dengan Puskesmas dan RS. Muhammadyah, SAPA DESA (Safari Pelayanan Agama ke Desa), SAMATA (Sapa Majlis Ta’lim), Si jempol WAKAF (Sistem Jemput Bola Layanan Wakaf), Bimbingan BKMT dan BKM melalui Organisasi, SAJA’AH (Sapa Jamaah Jum at),
SABIYAN (Sapa Bimbingan Nelayan), PELURU BY PAS (Pelayanan Rohani bagi Pasien) dan DUTA KITA (Duta Tanda Cinta) setelah menikah dapat kartu digital nikah,” beber mantan Kepala KUA Kecamatan Semanding ini.
Sebagai informasi, Program Gerak Penghulu Sejuta Catin Cegah Stunting ini merupakan program pemerintah untuk terus gencar mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya calon pengantin bahwa stunting merupakan masalah yang harus didiskusikan. Pencegahan stunting merupakan program unggulan yang di terapkan pemerintah.
Setelah mengikuti bimbingan perkawinan diharapkan para calon pengantin bisa mempersiapkan pernikahan dengan matang. Harapan besar setelah diadakannya acara bimbingan perkawinan gerak penghulu sejuta catin cegah stunting ini, kepada calon pengantin, dapat mengurangi kasus stunting.
(Aym/laii)






