Tuban, K2RNews.com – Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini sedang gencar melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang salah satu unsurnya adalah dapur umum atau Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG). Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil, serta mengurangi angka stunting. BGN menargetkan pembangunan ribuan SPPG di seluruh Indonesia dan melibatkan berbagai pihak, termasuk UMKM, BUMDes, dan koperasi, dalam penyediaan bahan baku.
Namun dalam pembangunan dapur umum di Desa. Rengel ini banyak memunculkan polemik terhadap warga masyarakat, dimana dapur umum Desa. Rengel tersebut menggunakan Bangunan Gedung Serba Guna yang di sulap menjadi Dapur Umum untuk memenuhi kebutuban Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Saat ditemui awak media AT (inisial) dan kawan – kawan warga Desa. Rengel mengatakan bahwa “Seharusnya Desa. Rengel bisa membangun atau kontrak rumah warga yang memang tidak di pergunakan untuk kebutuhan pembangunan dapur umum, bukan malah menggunakan fasilitas yang sudah dipergunakan warga masyarakat sekitar. Kalo gedung serba guna itu di pergunakan sebagai dapur umum trus dimana tempat kami ber olah raga dan bagaimana jika ada warga masyarakat sekitar yang tidak punya lahan untuk melaksanakan pernikahan? Karena seperti yang kita ketahui gedhng serba guna tersebut sangat sering di pergunakan untuk melangsungkan resepsi pernikahan.” Jelasnya.
Kepala Desa Rengel Mundir menjelaskan bahwa hal tersebut sidah di rapatkan dengan BPD dan disepakati bahwa Gedung Serba Guna Di sewakan untuk keperluan Program Badan Gizi Nasional (BGN) dan dalam rapat bersama BPD tersebut sudah di sepakati dan terdapat berita acara nya, jadi kami mohon kerja sama nya dari warga rengel agar program Makanan Bergizi Gratis (MBG) ini bisa tercapai.” Tegasnya.
Selanjutnya, Warga di sekitar Gedung juga mendukung Dengan adanya program makan Gizi Gratis sebab dengan adanya program tersebut perekonomian warga bisa terbantukan dengan adanya perekrutan karyawan dan selain perekrutan karyawan UMKM warga Desa. Rengel juga bisa berkembang.” Tandasnya.
(Red)






