Tuban, K2RNews.com -Menyambut pemilu daerah yang dilaksanakan serentak di Indonesia, FKUB Kabupaten Tuban menggelar acara Sosialisasi Regulasi PemerintahTerkait Kerukunan Umat Beragama (KUB) Menyambut Pemilu Damai di Kabupaten Tuban Tahun 2024 di Gedung PLHUT, Rabu (4/9/2024).
Ketua FKUB Kabupaten Tuban Kasduri mengucapkan terimakasih kepada Kepala Kemenag atas bantuan operasional FKUB. “Terimakasih juga untuk tempat yang sangat representatif ini sehingga kegiatan bisa berjalan dengan lancar dan nyaman,” ujarnya.
Kegiatan ini juga bertujuan menciptakan kerukunan antar umat beragama dalam menyambut Pemilukada Damai Tahun 2024 di Kabupaten Tuban,
agar masyarakat antar agama bisa menjaga pelaksanaan pemilu daerah yang dapat berjalan dengan baik dan menjaga kondusifitas.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban Umi Kulsum saat membuka acara berpesan kepada peserta untuk terus merawat kerukunan umat beragama.
Menurutnya ada tiga tantangan besar saat ini. “Pertama banyaknya praktek beragama yang ekstrim, klaim kebenaran dari masing-masing agama dan semangat beragama yang tidak selaras dengan NKRI,” ujarnya.
Umi juga menyampaikan 5 esensi ajaran agama yakni kemanusiaan, kemaslahatan umum, adil, berimbang dan taati konstitusi.
Ia juga menyinggung kedatangan Sri Paus ke Indonesia yang membawa tiga tema yaitu, iman, persaudaraan dan bela rasa. “Agama apapun itu kalau imannya kuat akan timbul rasa saling menyayangi kepada sesama tidak hanya yang seagama tapi juga lain agama,” imbuhnya.
Materi disampaikan oleh tiga orang narasumber. Pertama materi Kebijakan Kementerian Agama Dalam Pembinaan FKUB di Kabupaten Tuban oleh Kasubag TU Kemenag Tuban. Materi kedua Pentingnya Wawasan Kebangsaan dalam Menciptakan Pemilu Damai tahun 2024 oleh Kepala Bidang Kesatuan Bangsa pada Bakesbangpol Kabupaten Tuban
Heri Muharwanto. Sedang materi ketiga tentang Peran Bhabinkamtibmas untuk Menjaga Kerukunan dalam Rangka Pemilu 2024 oleh Kepala unit Bhabinkamtibmas Polres Tuban, Triyono. Acara dipandu oleh Sekretaris FKUB, Amenan.
Acara diikuti oleh seluruh pengurus FKUB, FKUB Putri, perwakilan Gema Utama, beberapa Kepala KUA dan Penyuluh Agama Islam dan diakhiri dengan dialog dan tanya jawab.
(Aym/lai)






