Tuban, K2RNews.com – Desa Banjar agung kecamatan Rengel kabupaten Tuban diduga lemot dalam melayani kebutuhan administrasi penyuratan, ada dugaan mencampur adukkan urusan pribadi dengan urusan pelayanan yang menjadi tugas pokok desa.(26/6/2024)
Hal ini di buktikan oleh salah seorang warga suwarji Dsn.Banjarwjo rt06/RW 02 yang pada tanggal 3 mei 2024 menyerahkan SPPT dan uang sebesar 2 juta rupiah,kepada kepala desa (Sudaraman)untuk melakukan proses balik nama hasil pembelian dari warga lain,tapi sampai perhari ini rabu 26/6/2024 surat tersebut belum dilaksanakan dan dikerjakan sama sekali dengan dalih alasan repot.
Saat di konfirmasi awak media (K2R)Suwaji menyampaikan,saya ini masyarakat mempunyai kepala desa harapan saya bisa membantu mengayomi dan melayani masyarakat dengan baik,eh malah saya pingin balik nama SPPT malah di persulit,mulai tanggal 3/5/20024 saya sudah menyerahkan SPPT dan uang sebesar 2 juta rupiah kepada kades sudarman ,bahkan saya sudah berkali kali mempertanyakan saat di balai desa sudah 8 kali ,di tempat lain di rumah kades selatan jalan 4 kali dan di rumah utara jalan sudah 5 kali,bahkan saya sudah hampir putus asa,sampai perhari ini belum ada kejelasan sama sekali,dan setiap saya tanyakan jawabannya cuma masih repot bahkan kades juga menambahkan saat saya datangi Mbah Ojo kesusu masalahe lurah rung bayaran (kades belum di gaji).”pungkasnya’
suwaji tetap bersikukuh mempertanyakan terkait kapan surat balik namaku di selesaikan dengan alasan saya beli tanah tersebut pingin balik nama saya ,khawatirnya, namanya orang kalau ada hal yang tidak di inginkan malah repot belakangnya.
Di tempat lain(Kantor desa) kepala kepala desa ,Sudaraman’ mengatakan’ memang benar Mbah suwarji datang dengan membawa sppt dan menyerahkan uang sebesar 2 juta rupiah,tapi permasalahanya kita beserta perangkat masih repot blm bisa menangani ,selain itu saat dilakukan pengukuran patok yang sudah tertancap kita cabut lagi kita tempatkan ketempat yang lain pak suwaji mengolok olok perangkat kita dengan bahasa ,wong perangkat kok gak bermartabat .
Lanjut,bahkan saat di perjelas dan di tegaskan oleh awak media (K2r) kapan kira kira bisa di kerjakan,kades menjawab belum tau dan belum jelas ,”tegasnya.
(Red)






