Obral Janji Kepala Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Wilayah Kediri

  • Whatsapp
Img 20240716 Wa0000

Kediri, K2RNews.com – Salah satu media On line yang pada saat itu memberitakan pisah sambut serah terima jabatan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kediri Ramli Pamini digantikan Adi Prayitno yang digelar di Gedung Aula SMAN 1 Jalan Veteran Kec Mojoroto, Kota Kediri, pada Selasa (20/2/2024).

Dalam kegiatan pisah sambut itu Kacabdindik Wilayah Kediri Adi Prayitno dihadapan beberapa media Kediri menyampaikan bahwa dirinya

Bacaan Lainnya

diberi tugas dan amanah di Kota dan Kabupaten Kediri ia akan mengikuti kulture disini.

Pada media saat itu Adi Prayitno mengatakan, dengan diberi amanah menjabat sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri,

akan lebih fokus bekerja di Kediri dalam rangka mencerdaskan kehidupan anak bangsa, baik di SLB, SMA dan SMK negeri dan swasta yang ada di Kediri, ” terangnya.

Ia juga mengajak kerjasama dengan PERS untuk memberitakan yang bersifat membangun dunia pendidikan secaara konstruktif atau membangun opini yang baik untuk menjadi Kediri Kota pelajar.

“Dikarenakan, baik dan tidaknya suatu berita itu tergantung yang menyuarakan terutamanya pers, kalau diberitakan yang baik maka akan dibaca seluruh dunia kalau pendidikan di Kota/Kabupaten Kediri baik. Namun, sebaliknya kalau diberitakan jelek itu berdampak seluruh dunia akan menilai jelek, ” terangnya.

Masih menurut Adi, bahwa semuanya bisa dikonfirmasikan terkait dengan pungutan liar atau hal apapun. Ketika ada informasi pungli bisa diklarifikasi terlebih dahulu jangan langsung diberitakan,bisa duduk bersama,seolah ia ingin membangun pencitraan saja tanpa ada kerja keras yang ia janjikan.

Ibarat hanya pepesan kosong atau hanya omong doang,masih saja terjadi moralitas pendidikan di Kediri dikebiri oleh oknum oknum dinas pendidikan propinsi wilayah Kediri dengan menjadikan Pendidikan sebagai lahan komoditas komersial,Ironis sekali jika pendidikan dijadikan ajang komersialisasi untuk memperkaya diri.

Hal ini di duga sengaja dibiarkan oleh Kacabdin dikarenakan adanya upeti dari kepala sekolah yang masuk untuk Kacabdin.

Adi yang saat itu juga mengajak kerjasama dengan PERS untuk memberitakan yang bersifat membangun dunia pendidikan, baik dan tidaknya suatu berita itu tergantung yang menyuarakan terutamanya pers, kalau diberitakan yang baik maka pendidikan di Kediri baik. Namun, sebaliknya kalau diberitakan jelek itu berdampak seluruh seluruh lembaga pendidikan di Kediri,seolah ia ingin menutupi sebuah kebobrokan pendidikan di Kediri.

Menurutnya , bahwa semuanya bisa dikonfirmasikan terkait dengan pungutan liar atau hal apapun. Ketika ada informasi pungli bisa diklarifikasi terlebih dahulu jangan langsung diberitakan, ya kalau benar, kalau berita itu tidak benar itu namanya fitnah.

Seolah dia bisa mengendalikan semua media di Kediri untuk mengkaburkan penyimpangan penyimpangan lembaga sekolah.

Sawong Aris Prabowo pegiat hukum Kediri merasa prihatin Ia mengatakan semua harus ikut berperan dalam memperbaiki pola buruk bangsanya. Korupsi di mana-mana, kemiskinan yang tidak berujung, lingkungan kumuh kian menyebar, kekerasan dan perundungan tidak ada habisnya, bahkan kebodohan semakin bertambah karena adanya sistem kebijakan yang digadaikan,katanya.

Ia mengungkapkan bahwa hal tersebut dikarenakan karena moral pemimpinnya secara moral tidak terpenuhi hanya mengambil kesempatan untuk kepentingan pribadi.Para pemangku kepentingan pendidikan yang kurang berperan secara konsekuen terhadap masyarakat ungkap Sawong pada Minggu 14/7/2024.

“Masih kerap ditemukan penyelewengan di ranah institusi pendidikan , yang sampai sekarang menjadi benalu pada ranting pendidikan dan harus segera dipangkas,ucap Sawong

Sementara itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan propinsi wilayah Kediri Adi Prayitno belum bisa ditemui untuk mengklarifikasi terkait pemberitaan ini.

 

( yudi )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *