Tradisi Nyekar Di Kediri Memiliki Manfaat Dari Sisi Spiritual dan sosial

  • Whatsapp
Img 20260219 Wa0036

KEDIRI, K2RNews.com – Datangnya bulan suci Ramadan, masyarakat Kota Kediri mulai ramai mendatangi makam keluarga untuk melaksanakan tradisi nyekar atau ziarah kubur. Tradisi ini menjadi bagian yang mengakar dalam budaya masyarakat setempat setiap menjelang Ramadan.

Di Kediri, ziarah kubur dilakukan secara individu, bersama keluarga, maupun berkelompok dengan warga lainnya. Selain sebagai tradisi turun-temurun, kegiatan ini dinilai memiliki manfaat dari sisi spiritual dan sosial.

Bacaan Lainnya

Ziarah kubur sebelum Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum refleksi diri agar umat Islam lebih siap secara batin menyambut bulan penuh ampunan.

Peziarah di TPU Lirboyo utara Darmawati menuturkan ziarah kubur menjadi pengingat akan kematian. Saat berada di makam, seseorang diingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara,tuturnya saat ditemui awak media pada kamis 19/02/2026.

Darma yang saat itu nyekar bersama keluarganya menuturkan hal ini membuat kita tidak terlalu mengejar urusan dunia dan lebih fokus memperbaiki ibadah, terutama saat memasuki Ramadan, tuturnya.

Lanjutnya, tradisi nyekar menjadi sarana mengirim doa kepada orang tua dan keluarga yang telah wafat. Dalam ajaran Islam, doa anak yang saleh menjadi salah satu amalan yang tidak terputus bagi orang yang telah meninggal dunia.

“Ziarah kubur adalah bentuk bakti kepada orang tua. Kita mendoakan mereka, memohonkan ampunan untuk mereka. Ini juga menjadi pengingat bahwa suatu saat nanti kita pun akan berada di posisi yang sama,” tambahnya.

( yudi )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *