Nikah Massal TMMD di Tuban Meriah, 16 Pasang Pengantin Menikah Gratis dengan Adat Jawa dan menikmati Layanan Pelangi Biru

  • Whatsapp
Img 20260521 Wa0051

Tuban, K2RNews.com – Sebanyak 16 pasang pengantin tua dan muda mengikuti prosesi nikah massal yang digelar di halaman Pendopo Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Kamis (21/5/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-128 Kodim 0811 Tuban yang bekerja sama dengan KUA Semanding dan Pemerintah Kecamatan Semanding.

Nikah massal ini berlangsung meriah dan menarik perhatian masyarakat. Seluruh peserta mendapatkan layanan pernikahan gratis meski akad nikah dilaksanakan di luar kantor KUA. Tidak hanya itu, para pengantin juga dirias layaknya pengantin pada umumnya dengan balutan adat Jawa lengkap, mulai dari cucuk lampah hingga kembar mayang.

Bacaan Lainnya

Selain prosesi akad nikah, para pengantin juga menerima bingkisan tali asih dari UPZ Kementerian Agama Kabupaten Tuban, juga tali asih untuk anak-anak peserta khitan massal.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum mengatakan, Kemenag Tuban sudah membekali pengantin dengan bimbingan perkawinan. “Program Binwin (bimbingan perkawinan) yang diberikan kepada seluruh calon pengantin sebagai upaya menekan angka perceraian, dimana didalam pernikahan ada lima pilar yang harus dijaga, yakni berpasangan, janji yang kokoh, saling berbuat baik, saling bermusyawarah, dan saling ridha,” ujarnya.

Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, Kemenag Tuban menerjunkan empat penghulu, yakni dua penghulu dari KUA Semanding, Haris Rihandoko dan Pratiknyo, Kepala KUA Bangilan Abdul Ghofir, serta penghulu dari KUA Montong, Suyanto. Selain itu juga menyiapkan 16 paket tali asih bagi pasangan pengantin, juga membetikan 12 paket bingkisan untuk anak-anak peserta khitan.

Dihubungi secara terpisah, Kepala KUA Semanding, Haris Rihandoko, menyebut pasangan pengantin dengan domisili terjauh berasal dari Kabupaten Mojokerto, yakni Nur Kalam (68) dan Umiyah (52). Saat ini pasangan tersebut tinggal di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu.

Salah satu pasangan peserta, Yoga Alviansah (20) dan Jihan Laila Nur Ainin (19), mengaku bersyukur bisa mengikuti program nikah massal tersebut. “Alhamdulillah bisa menghemat biaya, karena seluruh biayanya ditanggung oleh pihak pelaksana. Selain itu juga bisa menambah relasi teman,” tutur Jihan, pengantin dengan usia termuda ini.

Usai prosesi akad nikah, seluruh pasangan pengantin menerima buku nikah, cinderamata, kartu keluarga, hingga KTP baru melalui program Pelangi Biru, inovasi kolaborasi antara Kemenag Tuban dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Acara berlangsung semarak dengan dihadiri jajaran petinggi Kodam V/Brawijaya, instansi terkait, serta puluhan awak media.

(Lai/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *