Judi Sabung Ayam & Dadu Merajalela di Ponorogo, Aparat Diduga Tutup Mata

  • Whatsapp
20250508 142144

Ponorogo, K2RNews.com – Aroma perjudian di Ponorogo kian tak terbendung. Arena sabung ayam dan dadu di Desa Sendang, Kecamatan Jambon, kembali beroperasi bebas seolah tanpa hambatan. Meski larangan hukum sudah jelas, aktivitas ilegal itu berjalan mulus hingga dini hari, menimbulkan tanda tanya besar terhadap kinerja aparat penegak hukum.

Pantauan investigasi lapangan mengungkap bahwa arena tersebut dikelola dua orang berinisial KMPLNG dan MSR. Setiap kali digelar, kerumunan pemain lokal hingga luar kota berdatangan. Puluhan motor dan mobil yang berderet di depan rumah warga jadi bukti nyata bahwa perjudian itu bukan sekadar kabar burung, melainkan fakta terbuka.

Bacaan Lainnya

Seorang warga berinisial SM mengungkapkan bahwa praktik ini bukan barang baru. “Kalau sempat diberitakan, memang berhenti sebentar, tapi beberapa hari kemudian jalan lagi. Saya heran, ada Babinsa dan Bhabinkamtibmas tapi pura-pura tidak tahu. Mohon identitas saya dirahasiakan demi keselamatan,” ucapnya dengan nada kesal.

Keterangan warga lain pun memperkuat dugaan bahwa setiap kali aparat turun tangan, penggerebekan hanya formalitas. “Tidak ada pemain yang ditangkap. Seolah-olah semuanya sudah diatur rapi. Aneh, tapi nyata,” tutur sumber tersebut.

Padahal, Pasal 303 KUHP menegaskan bahwa segala bentuk perjudian adalah tindak pidana. Bahkan, instruksi Kapolri tentang pemberantasan judi seakan tidak berlaku di Ponorogo. Kondisi ini membuat publik menilai aparat setempat abai, atau bahkan sengaja membiarkan.

Nama Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo, S.I.K., M.H. dan Kasat Reskrim AKP Rudy Hidjayanto, S.H., M.H. pun ikut disorot. Minimnya tindakan tegas justru menambah kuat dugaan adanya oknum yang membekingi bisnis haram tersebut.

Desakan kini mengalir agar Polda Jatim hingga Mabes Polri segera turun tangan melakukan evaluasi. Masyarakat menilai kasus ini bukan hanya sekadar perjudian, tetapi juga soal marwah institusi kepolisian yang dipertaruhkan.

(Tim Investigasi / Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *