TULUNGAGUNG, K2RNEWS.COM – Kekecewaan warga Desa Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, terhadap kondisi infrastruktur jalan yang tak kunjung diperbaiki sejak dibangun pada 2002, akhirnya memuncak. Sebagai bentuk protes, warga menanam pohon pisang di sepanjang ruas jalan rusak pada Senin (12/8/2025).
Ruas jalan utama penghubung antara Desa Tanggunggunung dengan desa-desa lain, tepatnya dari Dusun Ngipik hingga Dusun Ngemplaksari sepanjang kurang lebih 1,3 kilometer, menjadi sasaran aksi tersebut.
Salah satu warga, SK, mengatakan bahwa selama bertahun-tahun petugas hanya datang untuk meninjau dan melakukan survei, namun tak ada tindak lanjut perbaikan.
“Setiap kali ada petugas, hanya lihat-lihat dan survei. Tapi hasilnya nihil. Kondisinya makin parah, apalagi saat musim hujan,” Ujarnya.
Kepala Desa Tanggunggunung, Asmiatin, membenarkan keluhan warganya saat mediasi di Balai Desa. Menurutnya, pihak desa sudah berulang kali mengajukan proposal perbaikan jalan kepada Pemkab Tulungagung, bahkan melalui anggota DPRD, namun belum ada realisasi.
“Pengajuannya sudah berkali-kali, tapi belum ada hasil. Kewenangan perbaikan jalan ini ada di Pemerintah Kabupaten Tulungagung, khususnya Dinas PUPR. Dana desa tidak boleh digunakan untuk perbaikan jalan tersebut,” tegas Asmiatin, didampingi Kapolsek, jajaran kecamatan, dan perwakilan Koramil Tanggunggunung.
Aksi warga akhirnya mereda setelah Tunjung Kristiantoro, Kasubag Keuangan dan Perencanaan Kecamatan Tanggunggunung, menyampaikan bahwa proposal perbaikan akan dibawa langsung ke Dinas PUPR. Hal ini disampaikan setelah berkoordinasi dengan Camat Tanggunggunung melalui sambungan telepon.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Asmiatin mengajak perwakilan warga untuk turut mengawal pengajuan proposal tersebut hingga ke tingkat kabupaten, dengan harapan perbaikan jalan segera terealisasi.
(Suwarno/Red)






