Tradisi Sedekah Bumi dusun Maner Tuban, Ratusan Warga Turun Ke Bendungan Guna Tangkap Ikan Bersama

  • Whatsapp
Img 20260701 Wa0015

TUBAN, K2RNews.com – Suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan menyelimuti Bendungan dusun Maner Sumurcinde, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur pada Rabu (1/7/2026) pagi. Ratusan warga setempat dari berbagai usia tampak tumpah ruah dan turun langsung ke dalam air bendungan demi melaksanakan tradisi menangkap ikan ramai-ramai atau yang dikenal dengan istilah ‘gropyokan’ ikan.

‎​Kegiatan berburu ikan di bendungan setempat ini merupakan rangkaian acara pembuka yang sengaja diselenggarakan oleh warga sebelum puncak ritual adat Sedekah Bumi di Dusun Maner, Desa Sumurcinde dimulai. Tradisi tahunan ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga desa.

Bacaan Lainnya

‎​”Momen tangkap ikan bersama di Bendungan Bulan atau Bendungan Maner ini adalah warisan leluhur yang terus kami jaga. Kegembiraan saat berebut ikan memperkuat kerukunan antar-tetangga sebelum ritual utama dilaksanakan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.

‎​Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 09.53 WIB, cuaca cerah di bawah langit biru yang bersih menambah semangat para warga. Menggunakan peralatan tradisional seadanya seperti jala, seser, hingga keranjang bambu, warga dengan antusias menyisir area bendungan yang berlumpur. Gelak tawa pecah setiap kali ada warga yang berhasil mendapatkan ikan berukuran besar atau saat mereka harus berbasah-basahan di dalam lumpur.

‎​Wujud Syukur dan Kelestarian Budaya

‎​Sedekah Bumi sendiri merupakan sebuah ritual adat yang sakral bagi masyarakat agraris di Pulau Jawa, termasuk di Kabupaten Tuban. Tradisi ini digelar sebagai bentuk penghormatan manusia terhadap alam semesta yang telah memberikan kelimpahan rezeki berupa hasil bumi, sekaligus doa keselamatan bagi seluruh penghuni desa untuk tahun-tahun ke depan.

‎​Bagi warga Dusun Maner, kehadiran bendungan tidak sekadar menjadi sumber irigasi penunjang pertanian, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas sosial dan ekosistem mereka. Pembersihan bendungan melalui kegiatan tangkap ikan bersama ini secara tidak langsung ikut merawat kelestarian lingkungan lokal.

‎​Setelah agenda tangkap ikan ini selesai, seluruh hasil tangkapan rencananya akan dibawa ke rumah warga untuk diolah. Acara kemudian akan dilanjutkan dengan prosesi doa bersama dan kenduri akbar, di mana warga akan membawa tumpeng serta hasil bumi terbaik mereka untuk dinikmati bersama-sama sebagai wujud syukur yang paripurna.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *